Pages

Test Footer

Test Footer 2

Blogroll

Blogger templates

Test Footer 1

NASIHAT HEBAT ORANG TERKAYA DI DUNIA


Inilah Orang terkaya no 4 di dunia tahun 2013, Warren Buffet memberi nasehat:
"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :
1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.
5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
6. With money:
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.
7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.
"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur"
Semoga bisa menjadi orang yang berkelimpahan. Berlimpah iman, ilmu, amal, harta dan manfaat untuk sesama. Aamiin.
*Silahkan diaminkan, semoga Allah mengabulkan
*Silahkan dibagikan/share. Moga bermanfaat
Setia Furqon Kholid

"DAHSYATNYA PENGAJARAN IBU"

seorang pengajar al-Quran di sebuah masjid mengisahkan:
seorang anak kecil mendatangiku. Dia ingin mendaftar di halaqah Alquran yang aku bina. Aku menanyainya
"apa kamu hafal beberapa ayat alquran?"
"iya"
"coba sekarang bacakan aku beberapa surat di juz amma ya."
dia pun membacanya.
"apa kamu hafal surat tabarak (almulk -ed)?"
"iya."
Aku pun kagum dgn hafalannya pada usia yang masih belia ini.
"apa kamu hafal an-nahl?"
"iya"
bertambah kekagumanku padanya. kemudian aku tanyakan tentang surat-surat panjang.
"apa kamu hafal albaqarah?"
"iya"
dia membacanya dan tak salah sedikitpun. meleleh hatiku semakin kagum.
"ananda, apa engkau hafal alquran seluruhnya?"
"iya."
subhanallah, masya Allah, . .
Aku memintanya untuk datang besok bersama ayah sbg walinya. aku berpikir bagaimana mungkin seorang ayah mampu menjadikan anaknya seperti ini?
esoknya, ia datang bersama ayahnya. Kulihat penampilan sang ayah sepertinya tidak melazimi sunnah dan bukan penghafal.
ayahnya menuturkan kepadaku:
"apakah anda kagum? Aku akan menghentikan kekagumanmu dan kuceritakan bhw dibalik layar kesuksesan anak ini ada seorang wanita dgn kekuatan seribu lelaki. Dialah ibunya.
Aku ceritakan kabar gembira bhw aku punya 3 anak dan semuanya adalah penghafal alquran. anakku yang terakhir berumur 4 thn namun udah menghafal juz amma.
dulu ibunya, ketika mendidik mereka berbicara, dia memulainya dgn mengajarkan alquran kepada mereka. mengajarkan mereka berbicara yaitu dgn alquran.
Ibunya juga menumbuhkan kompetisi sehat. siapa yang menghafal duluan, dia akan bebas memilih makan malam di malam itu. siapa yang duluan muraja'ah dialah yang akan memilih kemana kita akan rihlah saat libur mingguan. siapa yang mengkhatam duluan, dialah yang akan memilih kemana kita berpergian saat libur panjang.
inilah metode ibunya."
ternyata beginilah wanita mulia, ketika ia sholehah maka sholeh lah pula sebuah rumah tangga.
----
Diterjemahkan dari page Kun Lillah Kama Yurid Yakun Lakaj Fauqa Ma Turid
fb: Fahry aboe 

CARA PENGGUNAAN VIDEO UNTUK BELAJAR BAHASA ARAB:


1. Putar video, dengarkan suaranya tanpa melihat tulisannya
2. Putar lagi video, dengarkan suaranya sambil melihat tulisan Arabnya
3. Putar lagi video, ikutlah mengucapkan suaranya dengan nyaring sambil melihat tulisan Arabnya
4. Putar lagi video, ikutlah mengucapkan suaranya dengan nyaring tanpa melihat tulisan Arabnya
5. Putar lagi video, dengarkan suaranya sambil melihat tulisan terjemah Indonesianya
6. Putar lagi video, pejamkan mata, dengarkan suaranya dan bayangkan tulisan Arabnya
7. Putar lagi video, pejamkan mata, dengarkan suaranya dan terjemahkan di dalam hati

Lakukan point 1 s/d 7 beberapa kali hingga anda bisa mengetahui kalimat bahasa Arab yang diucapkannya serta mengerti artinya hanya dengan mendengarkan suaranya (tanpa melihat tulisannya).

ULAMA ASAL INDONESIA


- Sejenak Kita Mengenal Ulama' Asal INDONESIA (Kakeknya) setelah hiruk pikuknya masa kampanye capres cawapres -
Na'am , Beliau adalah Fadhilatusy Syaikh Dr. Anis bin Ahmad bin Thohir Jamal Al Andunisiy -Hafidzhohullahu Ta'ala- (Berasal dari INDONESIA), namun beliau sudah tidak bisa berbahasa Indonesia lagi. BELIAU ADALAH :
- Pengajar tetap di Masjid Nabawi
- Salah satu Pengajar PASCA SARJANA UNIVERSITAS ISLAM MADINAH (UIM)
- Guru Besar Fakultas Hadits UIM
- Dosen JARH WAT TA'DIL
- Seorang Ulama Ahli Hadits.

Mungkin kita sudah sering mendengar mengenai Syaikh Nawawi AL Bantani (asal Banten). Namun, mungkin juga kita baru mendengar nama Syaikh Nawawi, dan baru mendengar seorang ULAMA yang masih Hidup asal INDONESIA ini.
Ketika beliau mengajar “Setiap permasalahan agama hendaklah dilakukan tiga tahapan:
1. طلب الدليل (Mencari/mengumpulkan Dalil)
2. طلب صحة الدليل (Mencari/mengumpulkan keshahihan dalil -yaitu mana dalil yang shahih diambil dan yang lemah apalagi palsu ditinggalkan, red-
3. طلب صحة الاستدلال (Mencari/mengumpulkan keshahihan pendalilan) -yaitu mana dalil yang shahih tadi memang pantas dan cocok di dalam permasalahan ini diambil dan yang tidak cocok pendalilannya meskipun shahih ditinggalkan, red-
Syaikh juga pernah ditanya tentang kasus "ISTRI YANG SELINGKUH", beliau menjawab : "Saya WASIATKAN para suami untuk SABAR dengan kekurangan istrinya, KECUALI dalam 3 hal:
1. Istri memiliki akidah yang rusak (kemusyrikan);
2. Tidak mau shalat;
3. Berzina (istri selingkuh)
**Untuk mengunduh durus-durusnya silahkan antum buka saja website resmi beliau di sini : http://www.anistahir.com /
(Kutub, Durus Aqidah, Hadits, Fiqih, Siroh, dll sudah tersedia tinggal download, baca, simak, dengarkan- Okesemua Insya Allah)
**Fanspagenya, silahkan like di link ini : https://www.facebook.com/anistahircom?ref=stream
**Foto diambil di fanspage beliau, ketika beliau berada di podium AULA UNIV. ISLAM MADINAH, dimana yang ngisi di sini bukan sembarang orang, biasanya yang duduk di sini adalah ULAMA KIBAR

Wanita 60 Tahun hafal al Qur’an Hanya Dengan Mendengar


Usinya 60 tahun. Ia seorang buta huruf yang tak bisa baca tulis. Sepanjang hidupnya, ia tidak pernah mengecap pendidikan sekolah. Ia memfokuskan diri mengurus rumah tangga dan kehidupan 10 orang anggota keluarga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Suaminya meninggal dunia karena penyakit akut yang ia idap.
Orang-orang yang ada di sekitarnya lari darinya. Sehingga, ia menghadapi kondisi kemiskinan dan hutang yang menumpuk di hadapan banyak anaknya dengan berbagai ragam permintaan mereka. Ia tidak menggerutu ataupun menyerah. Sebab, ia sadar bahwa tugasnya adalah mulia sekaligus merupakan sebuah kewajiban.
Ia mendorong anak-anaknya untuk menjadi komponen yang baik dalam masyarakat melalui keberhasilan mereka meraih berbagai ijazah perguruan tinggi dengan pendapatan bulanan yang tak seberapa ia peroleh.
Anak-anaknya menikah dan masing-masing mereka sibuk dengan kehidupan barunya. Sang ibu mendapati banyak waktu kosong. Ia pun membentengi diri dengan al Qur’an yang mulia. Kondisinya yang buta huruf tidak menjadi halangan baginya. Bahkan, ia berusaha keras dan membeli sejumlah kaset murattal.
Ia terus mendengarkan bacaan murattal tersebut dan mengulang-ngulang mengikuti bacaannya. Secara turin pula ia mendatangi beberapa halaqah tahfidz yang ada di Thaif untuk memperdengarkan apa yang telah ia hafal kepada para pengajar di halaqah tersebut. Sang ibu terus dalam kondisi seperti ini.
Hari demi hari, ia mendengar dan menghafal hingga dengan pertolongan Allah ia mampu menghafal al Qur’an secara keseluruhan dalam usia 60 tahun.
Sumber: Buku “Kisah Inspiratif Para Penghafal al-Qur’an”, Ahmad Salim Badwilan, Penerbit WIP.
Artikel: www.kisahislam.net

‘Amr Ibnu Salamah, Mengimami Kaumnya Ketika Berusia 6 Atau 7 Tahun


Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari tentang ‘Amr ibnu Salamah Al-Jarmi yang menjadi imam bagi kaumnya, padahal usianya baru enam atau tujuh tahun. Dan itu terjadi di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Amr bin Salamah menuturkan kelengkapan kisahnya:
Kami bermukim di dekat sebuah mata air yang biasa dilewati orang-orang. Suatu ketika serombongan musafir yang berkendaraan melewati kami. Kami pun bertanya kepada mereka, “Bagaimana kabarnya orang-orang? Ada apa dengan mereka? Bagaimana dengan lelaki yang sedang ramai pemberitaannya?” Mereka menjawab, “Lelaki itu mengaku Allah-lah yang mengutusnya dan memberi wahyu kepadanya. Allah mewahyukan kepadanya ini dan itu (dengan membacakan wahyu Al-Qur’an yang mereka maksud).”
Aku pun menghafal wahyu berupa ayat-ayat Al-Qur’an tersebut seakan-akan menempel dalam dadaku. Sementara itu kabilah-kabilah Arab menunda keislaman mereka sampai Fathu Makkah. Mereka mengatakan, “Biarkan dia dan kaumnya. Bila dia menang atas kaumnya berarti memang dia nabi yang benar.”
Tatkala terjadi Fathu Makkah, setiap kaum bersegera masuk Islam. Ayahku mendahului kaumku dalam berislam. Saat ayahku datang dari menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Demi Allah! Aku datang kepada kalian dari sisi nabi yang haq (benar-benar seorang nabi). Nabi itu berkata, “Shalatlah kalian shalat ini di waktu itu dan shalat itu di waktu ini. Apabila datang waktu shalat, hendaklah salah seorang dari kalian menyerukan adzan dan hendaknya orang yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya mengimami kalian.”
Mereka pun melihat siapa yang paling banyak hafalannya. Ternyata tidak ada seorang pun dari kaumku yang paling banyak hafalannya melainkan aku, karena sebelumnya aku mendapatkannya dari rombongan musafir. Kaumku pun memajukan aku di hadapan mereka untuk mengimami mereka, padahal saat itu usiaku masih enam atau tujuh tahun.
Saat mengimami mereka aku mengenakan pakaian yang pendek. Bila aku sujud, pakaian itu terangkat dari bagian bawah tubuhku. Seorang wanita dari kampung (yang ikut shalat bersama jamaah) lalu berkata, “Tidakkah kalian menutupkan dari kami pantat pembaca Al-Qur’an kalian itu?” Kaumku lalu membelikan untukku pakaian dan mereka pakaikan kepadaku. Tidaklah aku bergembira memperoleh sesuatu sebagaimana gembiraku mendapat pakaian tersebut. (HR. Al-Bukhari)
Dinukil dari Majalah AsySyariah Edisi 056

Seorang Ibu Rumah Tangga Pun Menjadi Penghafal Al Quran


Ummu Zaid, seorang ibu rumah tangga ketika menceritakan pengalamannya dalam menghafal Al Quran, beliau menutup cerita dengan kata-kata yang bisa menjadi nasihat untuk kita semua, terutama untuk ibu rumah tangga. Belum pupus harapan bagi kalian untuk menjadi penghafal kitabullah.
Berikut nasihat beliau yang saya kutip dari buku Hafal Al Quran Dalam Sebulan
Untuk menutup halaman-halaman yang indah ini, aku sampaikan pada kalian bahwa aku adalah wanita , sebagaimana wanita lainnya. Aku memiliki suami dan anak-anak. Anak-anakku belajar di sekolah khusus dengan kurikulum pelajaran yang sangat sulit. Aku hafal Al Quran, tapi aku tidak melalaikan tanggung jawabku sebagai seorang ibu. Aku didik anak-anakku dan berusaha mengajari mereka segala sesuatu. Bahkan tanggung jawabku yang paling utama adalah sebagai seorang istri yang berusaha untuk mendapatkan keridhaan suami, tanpa mengurangi haknya dan dengan menunaikan kewajiban-kewajibanku secara sempurna.
Alhamdulillah, Allah tidak menjadikanku telat dalam menghafal al Quran. Demi Allah, janganlah kalian beralasan atas tidak hafalnya kalian terhadap al Quran. Apalagi kalian adalah para gadis yang belum menikah dan belum memikul tanggung jawab.
Pertama dan terakhir kalinya adalah berprasangka baik pada Allah. Karena dengan begitu, Allah akan berprasangka baik sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Pada awalnya, aku mengira bahwa surat al Baqarah dan Ali Imran sangat sulit untuk dihafal, dan usaha itu akan memakan waktu yang lama. Dan Allah pun memberiku anugrah sesuai dengan apa yang kusangka, yakni menghafalnya selama 7 tahun. Itu karena aku tidak berprasangka baik pada Allah.
Namun setelah itu, ketika aku berpasrah diri pada Allah dan berprasangka baik terhadap-Nya, aku berujar pada diri sendiri, “Aku akan menghafal al Quran secara keseluruhan dalam waktu yang singkat.” Allah pun memuliakanku dengan menghafal kitab-Nya, bahkan memudahkanku. Allah menunjuki jalan dan cara menghafal yang bermacam-macam, yang tidak pernah kumengerti dan kuketahui sebelumnya.
Wahai orang yang berkeinginan untuk menghafal Al Quran, bertawakallah pada Allah! Bersungguh-sunguhlah dalam berusaha! Dan jujurlah pada dirimu, bahwasanya engkau benar-benar ingin menghafal Al Quran! Serta, berprasangka baiklah bahwa Allah akan memberi taufik-Nya atas usahamu! Demi Allah, engkau akan memperoleh apa yang kau ingin dengan segera. Dan engkau akan menjadi bagian dari penghafal kalam yang paling agung, yaitu kalam Rabb semesta alam. Dia telah berfirman:
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al Quran itu untuk pelajaran. Maka, adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al Qamar: 17)
Subhanallah, mereka yang mengenalku mengira bahwa aku selalu mengawasi anak-anakku. Tetapi tanpa perlu kujelaskan dengan kata-kata, mereka akan mengetahui hal yang sebenarnya.
Suatu hari, ketika aku sedang duduk, anakku yang belum genap 2 tahun berjalan mendekati meja yang diatasnya terdapat mushaf yang biasa kugunakan untuk menghafal. Ia mengenali mushaf itu, dan membawanya padaku. Setelah itu, ia menyeraknan padaku sembari mengucapkan beberapa patah kata, “Mata, Quran.” Seakan-akan ia berucap, “Bacalah wahai ibu, dalam waktu dekat ibu kan selesai mengkhatamkannya.”
Subhanallah, pada hari itu tidak ada perhatiannya selain mencariku dan mencari ayahnya. Jika mushaf tidak terdapat di tangan kami, maka ia berlari untuk mengingatkan kami. Subhanallah.
Sumber: Buku Hafal Al Quran Dalam Sebulan
Artikel: www.kisahislam.net
 

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.