"Tidak perlu menguasai banyak BIDANG mata pelajaran untuk menjadi
orang hebat dan sukses. Cukup satu Bidang saja tapi jadilah yang TERBAIK
di bidang tersebut."
Namun ingatlah selalu yang paling penting
dari segalanya, pondasinya adalah Etika Perilaku Moral dan Akhlak yang
baik. Jika kita memiliki keduanya, maka kelak semua orang akan mencari
dan membutuhkan kita.
"Janganlah kita mendidik anak kita untuk mencari uang tapi didiklah ia agar uang mencari dirinya."
Mendidik anak untuk mencari uang sebanyak-banyaknya hanya akan
berdampak melahirkan para koruptor2 baru di berbagai sektor, tapi jika
mendidik anak agar uang mencari dirinya maka ia akan bisa memilih mana
rezeki yang halal dan mana rezeki yang haram yang dengan mudah di
tolaknya.
Kita bisa melihat banyak contoh orang yang begitu
sukses hidupnya tanpa harus terlibat kasus-kasus korupsi karena ia
memilih hidup untuk menekuni profesi tercinta dan uang bukan tujuan
utamanya, hingga pada akhirnya ia menjadi orang yang paling ahli di
bidangnya dan ia pun akhirnya dicari oleh uang (Becoming a Money Magnet
Person)
Namun kita juga banyak melihat banyak contoh orang yang
begitu sukses namun tak lama kemudian di jerat oleh KPK karena terlibat
kasus-kasus UANG HARAM. Karena fokus hidupnya adalah untuk mencari uang,
tak peduli dari mana sumber uang itu berasal dan tak peduli bagaimana
cara mendapatkannya.
Dan ternyata ciri-ciri orang-orang yang
menjadi Money Magnet adalah orang-orang yang PALING HEBAT DI 1 BIDANG
YANG DICINTAINYA dan Berkarakter baik serta bisa dipercaya (Amanah).
Mari kita renungkan bersama.
Dipetik dari intisari buku MENEMUKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI
-ayah edy-
MENEMUKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI
SEBUAH KENANGAN TAK TERLUPAKAN SAAT MASIH MENJADI PELAJAR SEKOLAH, DARI SANG BINTANG DUNIA
"Tidak perlu menguasai banyak BIDANG mata pelajaran untuk menjadi orang hebat dan sukses. Cukup satu Bidang saja tapi jadilah yang TERBAIK di bidang tersebut."
Namun ingatlah selalu yang paling penting dari segalanya, pondasinya adalah Etika Perilaku Moral dan Akhlak yang baik. Jika kita memiliki keduanya, maka kelak semua orang akan mencari dan membutuhkan kita.
"Janganlah kita mendidik anak kita untuk mencari uang tapi didiklah ia agar uang mencari dirinya."
Mendidik anak untuk mencari uang sebanyak-banyaknya hanya akan berdampak melahirkan para koruptor2 baru di berbagai sektor, tapi jika mendidik anak agar uang mencari dirinya maka ia akan bisa memilih mana rezeki yang halal dan mana rezeki yang haram yang dengan mudah di tolaknya.
Kita bisa melihat banyak contoh orang yang begitu sukses hidupnya tanpa harus terlibat kasus-kasus korupsi karena ia memilih hidup untuk menekuni profesi tercinta dan uang bukan tujuan utamanya, hingga pada akhirnya ia menjadi orang yang paling ahli di bidangnya dan ia pun akhirnya dicari oleh uang (Becoming a Money Magnet Person)
Namun kita juga banyak melihat banyak contoh orang yang begitu sukses namun tak lama kemudian di jerat oleh KPK karena terlibat kasus-kasus UANG HARAM. Karena fokus hidupnya adalah untuk mencari uang, tak peduli dari mana sumber uang itu berasal dan tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.
Dan ternyata ciri-ciri orang-orang yang menjadi Money Magnet di seluruh dunia itu hampir sama, bahwa mereka adalah orang-orang yang PALING HEBAT DI 1 BIDANG YANG DICINTAINYA dan Berkarakter baik serta bisa dipercaya (Amanah).
Mari kita renungkan bersama.
Dipetik dari intisari buku MENEMUKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI
-ayah edy-
"Tidak perlu menguasai banyak BIDANG mata pelajaran untuk menjadi orang hebat dan sukses. Cukup satu Bidang saja tapi jadilah yang TERBAIK di bidang tersebut."
Namun ingatlah selalu yang paling penting dari segalanya, pondasinya adalah Etika Perilaku Moral dan Akhlak yang baik. Jika kita memiliki keduanya, maka kelak semua orang akan mencari dan membutuhkan kita.
"Janganlah kita mendidik anak kita untuk mencari uang tapi didiklah ia agar uang mencari dirinya."
Mendidik anak untuk mencari uang sebanyak-banyaknya hanya akan berdampak melahirkan para koruptor2 baru di berbagai sektor, tapi jika mendidik anak agar uang mencari dirinya maka ia akan bisa memilih mana rezeki yang halal dan mana rezeki yang haram yang dengan mudah di tolaknya.
Kita bisa melihat banyak contoh orang yang begitu sukses hidupnya tanpa harus terlibat kasus-kasus korupsi karena ia memilih hidup untuk menekuni profesi tercinta dan uang bukan tujuan utamanya, hingga pada akhirnya ia menjadi orang yang paling ahli di bidangnya dan ia pun akhirnya dicari oleh uang (Becoming a Money Magnet Person)
Namun kita juga banyak melihat banyak contoh orang yang begitu sukses namun tak lama kemudian di jerat oleh KPK karena terlibat kasus-kasus UANG HARAM. Karena fokus hidupnya adalah untuk mencari uang, tak peduli dari mana sumber uang itu berasal dan tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.
Dan ternyata ciri-ciri orang-orang yang menjadi Money Magnet di seluruh dunia itu hampir sama, bahwa mereka adalah orang-orang yang PALING HEBAT DI 1 BIDANG YANG DICINTAINYA dan Berkarakter baik serta bisa dipercaya (Amanah).
Mari kita renungkan bersama.
Dipetik dari intisari buku MENEMUKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI
-ayah edy-
8 Karakteristik Perkembangan Anak
1) Perkembangan Fisik dan Motorik
2) Perkembangan kognitif
3) Perkembangan bahasa
4) Perkembangan Berbicara (bagian dari bahasa)
5) Perkembangan emosi
6) Perkembangan sosial
7) Perkembangan moral
8) Perkembangan Spiritual
#perkembangan_anak
Sikap yang membahayakan perkembangan anak.
(1) Posesif = melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab anak serta selalu cepat memenuhi semua keinginan anak .
(2) Memanjakan = memperlakukan anak berlebihan serta selalu menuruti permintaan anak tanpa ada pendidikan kemandirian di dalamnya.
(3) Keras = Sanksi yang diberikan kepada anak tidak sesuai dengan kadar kesalahan yang dilakukan anak. Bahkan cenderung berlebihan sanksi yang diberikan secara fisik maupun fsikis.
(4) Mendominasi = intervensi yang berlebihan terhadap urusan anak sehingga anak menjadi lemah terhadap masalah yang dihadapinya.
(5) Mengucilkan / meremehkan = tidak ada penghargaan atau motivasi atas prestasi anak.
(6) Diskriminatif = membedakan dan membandingkan anak dengan anak lain.
(7) Bimbang/keraguan = Kebimbangan dan keraguan terhadap keputusan yang membingungkan anak.
(8) Celaan = Gempuran kalimat negatif terhadap anak dari lingkungan.
#Psikologi_anak
Beberapa syarat dalam memberikan sanksi kepada anak
(*) Teliti dahulu penyebab dari anak melakukan kesalahan.
(*) Niatkan dalam diri bahwa pemberian sanksi ini sebagai bentuk kasih sayang dan pembentukan karakter anak yang baik. Bukan merupakan luapan emosi tanpa tujuan.
(*) Berikan perhatian dan peringatan dahulu sebelum memberikan sanksi.
(*) Pikirkan dampak dari sanksi yang akan diberikan. Karena banyak sanksi yang malah menambah buruk prilaku anak.
(*) Berikan sanksi sesuai kadar kesalahan yang dilakukan anak.
(*) Sanksi harus diberikan langsung saat anak melakukan kesalahan, jangan ditunda karena akan mengurangi manfaat dari sanksi tersebut (berlaku juga saat memberikan penghargaan/hadiah).
(*) Berikan waktu sejenak kepada anak untuk menghilangkan kepenatan, setelah merasa tenang baru perintahkan anak untuk melaksanakan sanksinya.
(*) Berikan sanksi secara bertahap dari yang teringan sampai terberat.
(*) Utamakan ketenangan dan kesabaran dalam memberikan sanksi dan hindari kemarahan dan balas dendam.
(*) Hindari menggunakan bahasa intimidasi dan ancaman dalam memberikan sanksi. Jika kita mengancam dan tidak melakukannya ini akan merusak mental mereka. Maka hindari ancaman.
(*) Jangan melakukan sanksi secara berkepanjangan.
(*) Jangan memberikan pukulan kecuali sebagai jalan terakhir serta jikapun harus hindari memukul di daerah sensitif seperti wajah, dada dan perut.
(*) Jangan memberikan sanksi dihadapan teman-temannya, ini untuk menjaga harga dirinya.
(*) Berikan sanksi dengan tegas.
(*) Hindari membandingkan dengan anak lain ketika memberikan sanksi.
(*) Setelah pemberian sanksi, berilah pemahaman kepada mereka bahwa sanksi ini untuk kemaslahatan dirinya. Serta hiburlah dia hingga tersenyum agar dia dapat melupakan atas sanksinya.
#Psikologi_anak
MENGAPA DENMARK MENJADI NEGARA PALING MAKMUR DI DUNIA
Padahal negaranya tidak memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah, Padahal Musim di negaranya sangatlah Ekstrim karena dekat dengan kutub utara. Padahal di negeri ini matahari dan siang hari hanya sebentar saja, terutama di musim dingin. Tapi mengapa bisa ya ?
Inilah jawabannya !
Suatu hari tanpa sengaja Tuhan, mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.
Dari info Wikipidia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara Paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur didunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar "Negeri Dongeng".
Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand. New Zealand menempati urutan pertama negara paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.
Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena pendidikan mereka yang sangat baik.
Ah... namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi negara ter-makmur, ternyaman dan teraman adalah karena Masyarakatnya Jujur.
Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari KEJUJURAN, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik oleh pemerintah, sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah di tetapkan di segala bidang mulai dari Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan dll.
Masyarakat Denmark percaya bahwa kejujuran bisa melahirkan segalanya, Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri.
Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur, mulai dari pejabat, menteri, polisi dan seterusnya dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang PALING PINTAR dibidang pendidikan.
Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi NYARIS NOL, seperti juga di Finlandia dan New Zealand.
Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa KETIDAK JUJURAN (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara.
Mereka begitu yakinnya bahwa Kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya KEPINTARAN. Dulu saat kami mendirikan sekolah, kira2 10 tahun silam, Kejujuran dan Etika Moral adalah Prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kami juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar.
Itulah sebabnya di sekolah kami, kami tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa CALISTUNG saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk.
Dan setelah membaca artikel ini sepertinya Saya di ingatkan kembali oleh Tuhan, untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami Yakini. Bahwa KARAKTER, PRILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DAN MAKMUR. Dan bukan angka2 akademik yang tertera di buku Raport.
Terimakasih Tuhan, Engkau selalu menguatkan kami untuk selalu tegar pada apa yang kami yakini benar dalam sistem pendidikan anak-anak kami dan sekolah kami.
Mari kita renungkan bersama.
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Tips Agar Anak Hafal AL-Qur'an
Anak balita mempunyai pikiran yang jernih dan pemahaman yang masih fitrah, maka ajarkanlah mereka aqidah dan manhaj yang benar. Didik mereka dengan membiasakan mereka menghafal, terutama menghafal al qur'an. Berikut adalah sebuah tips yang disampaikan oleh Syeikh kita Abu Hudzaifah semoga Allah menjaganya mengajarkan kepada anak-anak didiknya secara tidak langsung, dan cara ini terbukti karena beginilah ulama-ulama salaf mendidik anak-anak mereka.
1. Metode Menghafal
Menghafal pada anak-anak bagaikan batu yang terukir, apabila tulisan telah terukir pada sebuah batu, maka akan susah untuk menghapusnya. Caranya dengan membacakan kepada anak dalam satu hari 1 ayat al qur'an dan suruh anak-anak untuk menglangnya. Teruskan sampai 20x kali baca dan anak menirukan, sebagai contoh: anda membaca surat An-nas ayat pertama "qul a'udu birabbinas" dan anak menirukan apa yang bapak dan ibu bacakan. Diusakan 20x atau 50x.
2. Cara Murajaah / Mengulang Hafalan
Cara mura ja'ah setelah anak sudah hafal satu atau beberapa ayat yang di hafalkan adalah dengan menyuruh anak-anak menyetorkan pada bapa/ibu atau tante /paman dan ini dilakukan setiap habis menghafal dan setiap sore, terus sampai seterusnya. Dan yang istiqamah setiap hari dan berikan hari libur padanya 1 hari misal hari jum'at.
3. Cara Murajaah Hafalan yang Banyak
Ketika anak hafal satu surat, maka dia harus murajaah/mengulang hafalan yang baru di hafal dan satu surat yang telah di hafal. Bagaimana kalo 5 surat jangan paksa anak-anak untuk murajaah yang banyak kalo belum terbiasa. Usahakan murajaah hafalan yang baru dan 3 surat atau 2 surat sehari. Bagaimana kalo hafalan anak sudah 1 juz? disuahakan suruh anak murajaah hafalan yang baru dan 1/4 juz 1 hari. Bagaimana kalo hafalan anak 3 juz? Biasakan anak murajaah setiap hari 1 juz dan hafalan yang baru.
Itulah beberapa tips agar anak hafal Al-Qur'an, selain tips di atas, dianjurkan agar orang tua merangsang minat anak dalam membaca Al-Qur'an.
www.rumahtahfidztasikmalaya.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)





